Judul:
Takhta Enigma
Subjudul: Obsesinya Huang Xing, Luka Qiu Dingjie, dan Darah yang Menguasai Dunia
Ringkasan Buku:
Di dunia ABO yang memuja hierarki dan kekuatan feromon, nama Alpha S-Class adalah puncak piramida, sedangkan Enigma hanya dianggap legenda yang dibicarakan dalam bisik-bisik. Namun di balik bayang-bayang bursa saham, perjanjian lintas negara, dan perang feromon yang tak terlihat, ada satu Enigma yang memegang 80% denyut nadi ekonomi dunia tanpa pernah benar-benar menampakkan wajahnya.
Namanya Huang Xing.
Di mata publik, Huang Xing adalah sekretaris kecil Jiang Heng di AvenCorp. Wajahnya terlalu cantik untuk laki-laki, kulit pucat, mata bening, tubuh mungil, senyum gugup, mudah merah padam, mudah berkaca-kaca. Seluruh dunia menilai dia Omega miskin yang beruntung bisa bekerja di perusahaan elit yang terkenal tidak ramah pada Omega. Setiap gerak-geriknya menunjukkan kelemahan yang mengundang naluri protektif, apalagi bagi Alpha dengan insting kuat.
Namun semua itu hanya kostum.
Identitas asli Huang Xing adalah pemilik baru X-Holding, kelompok korporasi raksasa yang untuk pertama kalinya dalam sejarah mampu menguasai 80% pasar dunia dalam waktu mencurigakan singkat ketika kepemilikan berpindah pada sosok misterius. Di lingkaran paling atas kekuasaan, dia bukan sekadar penguasa keuangan, melainkan Enigma, entitas langka yang menyalahi seluruh logika ABO. Feromonnya tidak tunduk pada hukum umum, rutnya adalah bencana skala global jika pernah benar-benar dilepas tanpa kendali. Di keluarganya sendiri, dia tumbuh di tengah permainan bertahan hidup yang menormalisasi pembantaian saudara tiri demi tahta X-Holding.
Huang Xing adalah mesin pembunuh yang sudah belajar sejak kecil bahwa rasa sakit tidak boleh terlihat, tangisan adalah undangan untuk disembelih, dan kelembutan adalah kelemahan yang harus dimusnahkan.
Kecuali untuk satu nama: Qiu Dingjie.
Qiu Dingjie adalah Alpha S-Class yang dihormati dan ditakuti. CEO QTech Group, perusahaan teknologi raksasa yang menjadi tulang punggung banyak jaringan komunikasi, keamanan feromon, dan sistem pengawasan global. Dia dingin, terkendali, rapi, dan terkenal sebagai Alpha yang tidak pernah benar-benar jatuh cinta. Tiga puluh dua mantan Omega mengisi daftar relasinya, semuanya dengan tipe yang sama sempurna: kulit putih, mata besar, tubuh tirus, bibir merah, mudah menangis. Semuanya pernah dipuji, dipakai, lalu dibuang dengan hati dingin saat rasa bosan datang.
Di dunia ABO, Qiu Dingjie adalah lambang Alpha ideal yang semua orang bayangkan berada di puncak piramida sosial. Tidak ada yang menduga bahwa suatu hari dia akan jatuh pada seseorang yang sama sekali tidak seperti yang dia pikirkan. Seseorang yang jauh lebih berbahaya dari yang bisa ia bayangkan.
Pertemuan kunci mereka di masa kecil hanya berlangsung beberapa menit. Saat itu, seorang bocah berusia sepuluh tahun bernama Qiu Dingjie, tanpa berpikir panjang, menolong anak berusia enam tahun yang diseret dan diinjak oleh saudara tirinya di sudut halaman rumah keluarga Huang. Bagi Qiu Dingjie, itu adalah kebaikan kecil yang begitu sepele sehingga mudah terhapus dalam aliran waktu. Namun bagi Huang Xing kecil, yang tidak pernah mengenal kasih, belaian itu menjadi satu-satunya bukti bahwa di dunia ini masih ada seseorang yang memandangnya bukan sebagai target, bukan sebagai ancaman, tetapi sebagai manusia.
Sejak hari itu, obsesi lahir.
Saat remaja, Huang Xing bolak-balik dari Hong Kong ke kota tempat Qiu Dingjie tinggal di Tiongkok, menghabiskan harta dan waktu untuk sekadar melihatnya dari kejauhan. Ia menghafal pola rut Qiu Dingjie, jadwal rapat, selera makanan, gaya bicara, bahkan cara lelaki itu memalingkan wajah saat jengkel. Selama tujuh belas tahun, cintanya tumbuh bukan sebagai romansa biasa, tetapi sebagai kebergantungan yang nyaris patologis: jika Qiu Dingjie bahagia, Huang Xing bisa bernapas; jika Qiu Dingjie terluka, seluruh duniannya runtuh.
Saat Qiu Dingjie akhirnya datang ke AvenCorp untuk membicarakan kerja sama dengan Jiang Heng, ia tidak menyangka akan menemukan sosok yang seolah diciptakan dari semua preferensinya. Di depan meja Jiang Heng, ada seorang sekretaris laki-laki yang wajahnya begitu cantik hingga sulit dipercaya dia seorang Alpha. Tubuhnya kecil, sikapnya kikuk, mata bening yang sama sekali tidak tahu cara berbohong, dan feromon lembut yang menguar samar seperti Omega di ambang heat. Reaksinya terhadap godaan sinis Jiang Heng yang terkenal membenci Omega justru keras kepala dan menolak disentuh, satu-satunya bentuk perlawanan yang tampak di balik ketakutannya.
Penampilan itu memicu sesuatu dalam diri Qiu Dingjie. Naluri kepemilikan yang selama ini tumpul, tiba-tiba terbangun.
Ia mulai tertarik. Lalu terobsesi.
Yang tidak ia tahu, seluruh skenario itu sudah dipasang dengan presisi oleh Huang Xing dan Jiang Heng. Jiang Heng, Alpha S-Class CEO AvenCorp yang terkenal dengan lidah tajam dan kebencian mendalam pada Omega, sebenarnya adalah sahabat masa kecil sekaligus kaki tangan Huang Xing. Mereka berdua sepakat memainkan drama "Omega miskin yang diselamatkan" untuk menarik masuk perhatian Qiu Dingjie ke dalam jaring X-Holding.
Namun ada satu hal yang tak pernah bisa direncanakan sepenuhnya: emosi.
Romansa mereka tumbuh dalam ruang yang terjepit antara kebohongan dan kejujuran. Sebagai "Omega", Huang Xing menunjukkan sisi keras kepala, sensitif, rapuh, dan selalu menolak ketika Qiu Dingjie menggodanya terlalu jauh. Ia menunggu sampai rasa sayang Qiu Dingjie cukup dalam sebelum mengizinkan seorang Alpha yang terkenal kejam itu menyentuh batas terlarang. Ketika Qiu Dingjie marah karena penolakan berulang, Huang Xing menghadirkan kebohongan baru: penyakit gangguan feromon langka yang membuat tubuhnya tidak bisa menerima rut kecuali dengan penandaan permanen.
Qiu Dingjie, untuk pertama kalinya, memilih menahan diri. Ia bersedia menunggu. Makin lama, perasaan yang awalnya hanya ketertarikan fisik berubah menjadi sesuatu yang membuatnya takut kehilangan.
Sementara itu, di balik layar, X-Holding, QTech Group, dan AvenCorp terjerat dalam permainan besar: merger, akuisisi, perang harga, dan lobi politik yang mengatur keseluruhan ekonomi global ABO. Dunia tidak pernah menyadari bahwa "sekretaris kecil" yang sering terlihat mengantar kopi dan dokumen itulah dalang dari grafik saham yang membuat banyak kerajaan tua runtuh.
Ketika QTech berada di ambang kejatuhan akibat serangan pasar yang terencana, Jiang Heng datang dengan tawaran "penyelamatan" yang beracun: ia akan menstabilkan QTech, dengan syarat satu hal, serahkan "Omega" bernama Huang Xing padanya. Tawaran itu adalah bagian dari drama yang telah mereka susun, tetapi bagi Qiu Dingjie, yang tengah jatuh cinta tanpa menyadari semua kebohongan ini, ucapan tersebut adalah hinaan.
Ia menolak mentah-mentah.
Yang ia tidak tahu, di balik pintu tertutup, Huang Xing sudah mendengar seluruh percakapan itu. Dalam kepanikan yang ia rencanakan dan sengaja ia nikmati, ia menulis surat perpisahan yang dramatis, lalu menghilang masuk ke dalam skenario baru: Omega yang rela menyerahkan seluruh hidupnya untuk menyelamatkan perusahaan kekasihnya, mengorbankan tubuh dan kebebasan pada pria lain.
Saat Qiu Dingjie menemukan Huang Xing kembali, tubuh lelaki itu dipenuhi luka mengerikan, seperti Omega yang baru saja diperkosa berkali-kali oleh banyak Alpha dalam rut. Bekas cakar, gigitan feromon, memar, darah kering. Semua terlihat terlalu nyata. Yang Qiu Dingjie tidak ketahui adalah, sebagai Enigma, Huang Xing sanggup melukai dirinya sendiri dengan sadis tanpa bahaya permanen, lalu melatih wajahnya untuk tetap tenang meski tulangnya retak, hanya demi membangun ilusi yang akan mengikat Qiu Dingjie semakin kuat.
Qiu Dingjie hancur. Kepercayaannya pada dirinya sendiri runtuh. Rasa bersalah dan naluri protektif yang selama ini tertahan meledak liar. Ia menarik kembali Huang Xing, merawatnya, memulihkan "trauma" yang sebenarnya rekayasa, dan untuk pertama kalinya dalam hidup, Qiu Dingjie mencintai seseorang bukan sebagai mainan, tetapi sebagai pusat dunianya.
Di satu sisi, cinta mereka memuncak dalam hubungan yang manis dan posesif. Di sisi lain, kebohongan yang melandasinya bertambah tebal, rapuh, dan berbahaya. Identitas Enigma belum terbongkar. Dunia masih mengira Huang Xing adalah Omega miskin yang dinikahi Alpha S-Class Qiu Dingjie. Harga diri Qiu Dingjie sebagai Alpha tetap utuh di mata publik karena Huang Xing rela dicap Omega seumur hidup.
Namun semua lapisan kedok itu pecah ketika sebuah insiden mengancam nyawa Qiu Dingjie secara langsung. Serangan yang terkait persaingan bisnis dan politik ABO memaksa Huang Xing berhenti berpura-pura lemah. Di tengah kekacauan feromon, gas penekan, dan tubuh-tubuh Alpha yang berjatuhan tak mampu menahan tekanan, Huang Xing membuka sepersepuluh kekuatan Enigma-nya untuk melindungi satu orang yang ia cintai.
Qiu Dingjie menyaksikan sendiri bagaimana "Omega lemah" itu berdiri tegak dengan luka fatal, tanpa sedikit pun menunjukkan rasa sakit. Bagaimana feromon yang selama ini lembut berubah menjadi tekanan berat yang menundukkan semua Alpha S-Class di ruangan itu. Bagaimana mata Huang Xing, yang biasanya berkaca-kaca dan manja di hadapannya, memantulkan dingin seorang algojo yang terbiasa menginjak leher musuh sampai berhenti bernapas.
Kebohongan bertahun-tahun terkuak dalam satu ledakan.
Amarah, kekecewaan, rasa dikhianati, dan keterkejutan menelan Qiu Dingjie sekaligus. Pertarungan feromon antara dua Alpha S-Class yang ternyata bukan setara, hampir menghancurkan gedung dan karyawan yang terjebak di dalamnya, jika tidak segera dipisahkan. Bagi Qiu Dingjie, Huang Xing masih "Alpha S-Class yang berbohong", karena ia menolak percaya pada cerita Enigma yang diberitahukan kekasihnya. Bagi Huang Xing, tidak ada lagi topeng yang bisa ia kenakan di depan orang yang paling ia cintai.
Dari titik itu, cerita berubah menjadi pengejaran yang tidak masuk akal. Huang Xing yang di mata dunia adalah penguasa dingin dan bengis, menjatuhkan semua martabatnya untuk mengejar maaf. Ia menggunakan seluruh sumber daya X-Holding untuk mengganggu hidup Qiu Dingjie: memborong billboard, mengirim pesan permintaan maaf ke sistem internal QTech, mengerahkan Jiang Heng, bahkan merendahkan diri dengan cara konyol yang membuat semua orang di sekeliling mereka terdiam linglung.
Di depan Qiu Dingjie, Huang Xing menjadi lelaki dewasa yang manja, kekanak-kanakan, usil, dan sama sekali tidak mengenal kata menyerah. Sementara Jiang Heng, saksi gila dari semua ini, hanya bisa berdiri di tengah, separuh ingin melempar Huang Xing ke laut, separuh lagi diam-diam melindungi dari belakang agar rahasia Enigma tidak pecah lebih jauh.
Puncak pengungkapan sejati terjadi bukan saat darah tumpah, tetapi di ruang putih rumah sakit yang sunyi. Ketika Qiu Dingjie, Alpha S-Class yang selalu sempurna, didiagnosis hamil.
Berita itu menghancurkan semua anggapan lama tentang tubuh Alpha. Dokter yang terbiasa menghadapi anomali ABO menjelaskan satu hal: kehamilan ini hanya mungkin jika pasangan Qiu Dingjie bukan Alpha biasa, bukan Beta, bukan Omega, tetapi Enigma. Konfirmasi ilmiah itu menampar seluruh penolakan Qiu Dingjie. Semua kata-kata Huang Xing yang dulu ia anggap bualan tiba-tiba berbaris menjadi kebenaran yang tak bisa dihindari.
Kehamilan tersebut nyaris merenggut nyawa. Operasi darurat, pendarahan hebat, koma tiga hari. Di luar ruang ICU, Huang Xing, yang di pasar dunia dapat menjatuhkan negara dengan satu telepon, hanya bisa duduk dengan tangan bergetar, menyiapkan surat wasiat untuk anak yang bahkan belum sempat ia gendong, bersiap mati jika Qiu Dingjie tidak lagi bernapas. Bagi Huang Xing, tidak ada artinya dunia tanpa orang yang menjadi pusat orbit hidupnya tujuh belas tahun terakhir.
Mereka akhirnya memiliki seorang anak laki-laki bermarga Huang, yang sifatnya terlalu mirip ayah Enigma-nya: keras kepala, jahil, penuh daya saing, dan sangat mencintai Qiu Dingjie. Bocah ini tumbuh menjadi saingan abadi Huang Xing dalam memperebutkan perhatian satu orang. Pertengkaran kecil di rumah sering kali bermula hanya dari siapa yang boleh memeluk Qiu Dingjie terlebih dulu di sofa.
Di luar, dunia masih percaya bahwa "Omega cantik bernama Huang Xing" melahirkan anak Alpha dari Qiu Dingjie, menjaga kehormatan publik sang CEO S-Class. Di dalam, keseharian mereka diwarnai perang kecil antara dua generasi yang sama-sama memanggil Qiu Dingjie sebagai pusat gravitasi, sementara orang yang ditakuti pasar global justru menjadi pihak yang paling sering dimarahi di rumah.
Takhta Enigma adalah kisah tentang cinta obsesif yang lahir dari luka masa kecil, tumbuh di tengah pertumpahan darah keluarga, dan menelan dunia bisnis ABO ke dalam permainan rahasia. Di satu sisi, ini adalah romansa yang intens, penuh feromon, heat, rut, dan penandaan yang mengikat jiwa. Di sisi lain, ini adalah kisah politik korporasi, kekuasaan yang tidak terlihat, dan betapa mahal harga sebuah kebohongan ketika cinta akhirnya menuntut kejujuran total.
Pada akhirnya, buku ini menggali pertanyaan yang tidak pernah sederhana di dunia ABO dan Enigma:
Sejauh mana seseorang boleh memanipulasi, berbohong, dan mengorbankan dunia, demi melindungi satu orang yang ia cintai sampai gila? Dan ketika kebenaran akhirnya terkuak, apakah cinta itu masih layak dipertahankan, atau justru baru benar-benar lahir dari reruntuhan kepercayaan?