Judul:
Takhta Enigma di Ujung Rambutmu
Subjudul:
Obsesinya Huang Xing, Kejatuhan Qiu Dingjie, dan Dunia ABO yang Berlutut pada Satu Cinta
Ringkasan Buku:
Di tengah gemerlap Shanghai yang dibangun di atas darah, feromon, dan angka bursa, nama X-Holding berdiri sebagai dewa tak terlihat yang menggenggam 80% pasar dunia. Pemiliknya, Enigma paling langka di planet ini, hanyalah hantu di laporan keuangan dan legenda di meja rapat. Tidak ada yang tahu dia siapa, dari mana asalnya, dan seperti apa wajahnya.
Hanya satu kebenaran yang tidak pernah berubah:
Enigma itu bernama Huang Xing, dan seluruh hidupnya hanyalah satu kalimat yang dipadatkan: Aku mencintai Qiu Dingjie.
Novel ini mengikuti perjalanan cinta obsesif, kotor, agung, dan memabukkan antara tiga poros dunia:
Huang Xing, sang Enigma pemilik X-Holding yang menyamar sebagai sekretaris Omega miskin;
Qiu Dingjie, Alpha S-Class, CEO QTech Group yang dingin dan terkenal memperlakukan Omega seperti barang sekali pakai;
dan Jiang Heng, Alpha S-Class CEO AvenCorp, sahabat sekaligus frenemy Huang Xing yang menjadi saksi sekaligus kompor di balik semua kekacauan itu.
Di permukaan, ini seperti kisah klise di dunia ABO:
Seorang CEO Alpha S-Class bertemu “sekretaris kecil” yang cantik, terlihat rapuh, miskin, dan seperti Omega sempurna untuk tipe seleranya. Di kantor AvenCorp, Qiu Dingjie datang untuk membahas kerja sama bisnis, lalu melihat Jiang Heng menggoda sekretaris pribadinya, seorang pemuda lembut dengan wajah terlalu cantik, kulit putih, mata besar, bibir merah, dan tatapan yang mudah berkaca-kaca. Namanya: Huang Xing.
Sejak detik itu, obsesi yang selama ini berjalan satu arah tiba-tiba berbalik.
Qiu Dingjie, yang selama ini mengganti Omega seperti mengganti dasi, merasakan sesuatu yang tidak pernah ia miliki sebelumnya: keinginan untuk memiliki bukan hanya tubuh, tetapi seluruh nafas dan hidup orang di depannya.
Yang tidak ia tahu, semua itu hasil skenario yang sudah dirancang bertahun-tahun lamanya oleh orang yang tidak pernah ia ingat, namun tak pernah melupakannya.
Dari luar negeri yang jauh, dari keluarga paling berdarah di dunia, dari kedalaman luka yang tidak pernah sembuh, Huang Xing kecil yang dulu diselamatkan sekali oleh bocah bernama Qiu Dingjie, tumbuh menjadi mesin pembunuh yang dilatih untuk tidak menjerit bahkan ketika tulangnya dipatahkan dan tubuhnya dikelupas. Di dalam keluarga Huang, saudara tiri saling membunuh untuk memperebutkan kursi puncak X-Holding. Anak bungsu dengan wajah cantik seperti Omega adalah sasaran paling empuk untuk dilecehkan, dihina, dan dipatahkan.
Tetapi satu hal yang tidak pernah bisa mereka patahkan:
obsesi Huang Xing pada satu anak lelaki yang memegang payung di tengah hujan sambil berkata, “Jangan menangis, nanti mereka makin senang.”
Sejak usia enam tahun sampai dua puluh tiga, Huang Xing hidup dengan satu tujuan:
Naik ke takhta X-Holding. Menguasai dunia. Lalu merangkak ke kaki Qiu Dingjie dan berkata, “Aku sudah cukup kuat untuk memilikimu. Sekarang, giliranmu tidak lagi meninggalkanku.”
Untuk itu, ia menyamar.
Ia menjatuhkan dirinya ke posisi sekretaris lemah dan miskin di bawah AvenCorp milik Jiang Heng, sahabat masa kecil yang tahu persis betapa gilanya dia. Ia merapikan setiap kebohongan: hasil tes sekunder gender palsu, rekam medis palsu tentang “gangguan feromon” yang membuatnya hanya bisa tidur dengan Alpha yang mau menandainya permanen, heat yang dibuat-buat di koridor kantor, dan air mata yang dilatih keluar pada detik yang tepat.
Enigma terkuat di dunia memerankan Omega terlemah yang pernah dilihat siapa pun.
Qiu Dingjie, yang terbiasa mengendalikan segalanya, masuk ke dalam permainan itu tanpa pernah menyadari bahwa dirinya adalah pion utama. Ia melihat “Omega” yang keras kepala namun lembut pada inti, yang selalu menolak ajakan tidur tanpa alasan jelas, yang feromonnya begitu harum hingga menenggelamkan semua logika. Hingga akhirnya, mereka berpacaran, dan untuk pertama kalinya Qiu Dingjie merasakan kecanduan yang tidak bisa ia beli dengan kekuasaan.
Di balik layar, Jiang Heng menjadi pengatur tempo antara tragedi dan komedi.
Mulut pedasnya menebas semua kepura-puraan, kecuali satu: ia tetap melindungi rahasia Enigma sahabatnya. Di hadapan dunia, Jiang Heng adalah CEO Alpha yang terkenal membenci Omega sampai tidak mau mempekerjakan mereka. Di belakang pintu tertutup, ia adalah satu-satunya orang yang berani memaki Huang Xing sambil melempar laporan kejut, memanggilnya gila, bodoh karena cinta, dan menyuruhnya berhenti memperlakukan ekonominya dunia seperti mainan demi satu pria.
Namun semua kebohongan memiliki harga.
Puncak kisah ini meledak ketika sebuah insiden bisnis yang tampaknya hanya sabotase korporat biasa, ternyata berubah menjadi upaya pembunuhan terhadap Qiu Dingjie. Di tengah ledakan, bangunan runtuh, dan racun feromon kelas militer, Huang Xing terpaksa membuang topeng Omega. Di depan mata karyawan, bodyguard, dan kamera pengawas, ia bergerak bukan seperti manusia, tetapi seperti predator yang mematahkan dunia dengan satu keputusan.
Ia berdiri dengan luka terbuka yang seharusnya membuat manusia pingsan, tanpa rintihan, tanpa gemetar. Ia mengerahkan kekuatan Enigma untuk menekan ratusan feromon Alpha yang kacau, melindungi satu orang yang terengah di pelukannya: Qiu Dingjie.
Sekali lagi, ia menyelematkan bocah yang sama.
Kali ini, bocah itu adalah Alpha S-Class dewasa yang punya harga diri, kemarahan, dan pengkhianatan baru:
Bahwa orang yang ia cintai selama ini bukanlah Omega miskin, bukan sekretaris lemah, bukan orang tak berdaya yang ia peluk setiap malam.
Tetapi raja bertangan berdarah, pemilik X-Holding, Enigma yang selama ini ia anggap mitos.
Konflik yang menyusul bukan hanya antara dua pria yang saling mencintai, tetapi antara:
Alpha yang seluruh hidupnya dibangun di atas kendali penuh,
dan Enigma yang merasa dirinya lahir untuk berlutut hanya di satu orang itu.
Kemarahan Qiu Dingjie pada kebohongan, manipulasi, dan seluruh skenario bertahun-tahun itu berhadapan dengan fakta bahwa tanpa semua itu, perusahaannya, bahkan nyawanya, mungkin sudah lama hancur. X-Holding, QTech, dan AvenCorp terseret dalam perang dingin korporat dan politik ABO. Pemerintah memaksa agar Enigma berada di bawah pengawasan. Keluarga Huang yang tersisa mulai bergerak ingin merebut kembali takhta. Para pesaing bisnis mencium kelemahan emosional Huang Xing dan berusaha menarget satu titik paling lemah di tubuh kekaisaran finansial: Qiu Dingjie.
Dalam ketegangan itu, dunia luar terus percaya bahwa yang terjadi hanyalah romansa CEO Alpha S-Class yang menikahi Omega cantik bernama Huang Xing. Gosip tabloid menyebutkan sang Omega hamil, wajahnya yang terlalu indah menjadi ikon pasangan ideal. Orang tidak pernah membayangkan bahwa:
Yang sebenarnya hamil adalah Qiu Dingjie.
Bahwa tubuh Alpha S-Class itu mengandung anak dari Enigma yang ia sangkal keberadaannya.
Bahwa di balik semua itu, Huang Xing bersedia membiarkan dunia mengira dialah Omega, hanya untuk menjaga harga diri Qiu Dingjie sebagai Alpha puncak piramida hierarki.
Kehamilan di luar teori dunia ABO ini menjadi bukti kasat mata bahwa apa yang dikatakan Huang Xing dulu bukanlah bualan. Untuk pertama kalinya, Qiu Dingjie benar-benar mengerti:
Dia jatuh cinta pada sesuatu yang tidak seharusnya ada.
Sebuah anomali yang sanggup menggenggam kehancuran dan keselamatan dunia di satu tangan, dan menggenggam dirinya di tangan lainnya.
Perjalanan mereka tidak berhenti pada pengungkapan itu.
Novel ini mengikuti semua fase setelahnya:
• usaha Huang Xing yang memalukan, lucu, dan sangat tidak tahu malu untuk mengejar maaf Qiu Dingjie setelah kebohongan terkuaknya identitas;
• cara ia mengerahkan seluruh sumber daya X-Holding untuk mengatur kejutan, menutup jalanan, membeli gedung hanya untuk menulis satu kalimat permintaan maaf;
• Jiang Heng yang menjadi komentator pedas, muak melihat semua drama, tetapi tetap menjadi orang pertama yang mengantar Huang Xing saat Qiu Dingjie pendarahan hebat di ruang operasi caesar mendadak;
• surat wasiat sunyi yang ditulis Huang Xing untuk anak yang bahkan belum lahir, berisi janji bahwa jika Qiu Dingjie mati, ia akan menghancurkan dunia lalu ikut mati tanpa ragu.
Di puncak keputusasaan itu, mereka tetap bertahan.
Qiu Dingjie selamat, namun meninggalkan trauma yang begitu dalam di hati Enigma yang selama ini tidak takut mati. Untuk pertama kalinya, Huang Xing takut hidup.
Takut hidup di dunia tanpa Qiu Dingjie.
Itulah alasan mengapa ia tidak mau lagi punya anak kedua.
Itulah alasan mengapa setiap kali Qiu Dingjie bertanya tentang adik untuk anak mereka, jawaban yang keluar selalu konyol, mengada-ada, disertai rengekan kekanak-kanakan dan rebutan perhatian dengan anak sendiri. Di depan dunia, pemilik X-Holding adalah figur yang tidak tersentuh. Di ruang keluarga kecil mereka, ia hanyalah ayah yang suka berantem kecil dengan anak laki-lakinya untuk mendapatkan pelukan Qiu Dingjie lebih dulu.
Anak mereka, yang bermarga Huang sebagai bentuk penghormatan Qiu Dingjie pada sosok ayah biologis yang menanggung seluruh dunia, tumbuh dengan sifat yang menyebalkan bagi Huang Xing:
Terlalu mirip dirinya sendiri.
Cerdas, manipulatif, lengket pada Qiu Dingjie, jahil pada Huang Xing, namun sangat tahu siapa yang sebenarnya memegang kekuasaan di rumah. Saat dimarahi Qiu Dingjie, ia patuh dan memanggil “Ayah” pada Huang Xing dengan sopan. Saat Qiu Dingjie tidak ada, ia santai memanggil, “Huang Xing,” sambil merampas tempat di pangkuan Qiu Dingjie.
Lewat dinamika keluarga yang hangat namun tetap penuh perang kecil ini, novel menutup lingkaran dari darah dan intrik menuju sesuatu yang jauh lebih berbahaya:
Kebahagiaan yang harus dilindungi.
Di seluruh dunia, hanya sedikit yang tahu bahwa di balik dominasi X-Holding, QTech, dan AvenCorp, penentu arah ekonomi global ternyata hanyalah seorang Enigma yang tidak pernah benar-benar dewasa secara emosional ketika menyangkut satu nama: Qiu Dingjie.
Buku ini menyajikan:
• Romansa obsesif antara Enigma dan Alpha S-Class, dengan fokus intens pada feromon, heat, rut, dan mark yang mengikat jiwa, bukan sekadar tubuh;
• Intrik bisnis dan politik yang merinci bagaimana X-Holding menguasai 80% pasar, bagaimana QTech hampir runtuh lalu ditopang oleh skema pengorbanan yang licik, dan bagaimana AvenCorp serta Jiang Heng menyeimbangkan kekuatan dua raksasa gila;
• Dunia ABO/Enigma yang dijelaskan gamblang, dengan norma sosial bahwa Alpha x Omega adalah “normal”, sementara kombinasi langka seperti Enigma x Alpha dipandang sebagai anomali berbahaya;
• Masa lalu kelam keluarga Huang yang membuat kekejaman terasa wajar, dan memperlihatkan mengapa satu-satunya kelembutan Huang Xing hanya pernah diarahkan pada Qiu Dingjie;
• Komedi tajam lewat interaksi Huang Xing dan Jiang Heng, terutama setelah penyamaran runtuh dan sifat asli Huang Xing yang manja, kekanak-kanakan, dan mengerikan bercampur jadi satu.
Pada akhirnya, Takhta Enigma di Ujung Rambutmu adalah kisah tentang bagaimana seorang raja yang bisa memerintahkan kematian dengan satu kalimat, memilih berlutut hanya di hadapan satu laki-laki yang dulu menolongnya dengan payung kecil.
Tentang bagaimana cinta yang paling gila sekalipun bisa bertahan di tengah darah, manipulasi, kebohongan, dan politik, selama satu syarat dipenuhi:
Tidak ada yang menyentuh ujung rambut Qiu Dingjie dan tetap hidup.